Buka Pelatihan Pengurus SOIna, Bupati Kuansing Diwakili Pj Sekda Berharap Jadi Wadah Pemberdayaan Disabilitas Intelektual
Teluk Kuantan - Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Dr. H. Suhardiman Amby, MM diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) dr. H. Fahdiansyah, SpOG membuka kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pengurus Socials Olimpics Indonesia (SOIna) Kuansing, Minggu (29/12) siang, di Balai Diklat.
Bersempena dengan kegiatan pelatihan tersebut, juga berlangsung acara pengukuhan pengurus organisasi SOIna Kuansing periode 2023 - 2027 oleh Ketua SOIna Provinsi Riau dan disaksikan langsung oleh Pj Sekda, Ketua TP PKK Kuansing dan Kadis Sosial PMD.
Dijelaskan Ketua SOIna Provinsi Riau, Hj. Novilia, SE dalam sambutannya bahwa organisasi ini memiliki tujuan untuk memberikan wadah yang lebih kuat dalam mendukung dan mengapresiasi kelompok disabilitas intelektual pada setiap daerah.
Selanjutnya, Novilia juga mengapresiasi SOIna Kuansing. “Selama ini, rekan-rekan telah terbukti bekerja nyata, salah satunya dengan membentuk klub olahraga yang melibatkan 60 atlet disabilitas intelektual. Terimakasih, semoga hal positif ini dapat terus dikembangkan oleh kepengurusan yang baru,” ujarnya.
Dikesempatan itu, Bupati Kuansing diwakili Pj Sekda, Fahdiansyah menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah berkomitmen dalam mendukung SOIna, baik dari segi kebijakan maupun pendanaan. “Pemkab Kuansing tentu akan berupaya memastikan agar SOIna dapat menggerakkan dan memfasilitasi kebutuhan dalam pengembangan bakat kelompok disabilitas intelektual," ungkapnya.
Pj Sekda berharap kepada para kepengurusan yang baru, agar dapat mengikuti pelatihan dengan baik, bekerja dengan kompak dan berintegritas dalam menyusun program-program yang berdampak nyata. "Semoga SOlna dapat menjadi wadah yang besar dalam memberikan kontribusi positif bagi kelompok disabilitas intelektual di Kuansing," pungkasnya.
Kemudian, Ketua TP-PKK Kuansing, Yulia Herma Suhardiman Amby juga mengatakan akan mememberikan dukungan kepada organisasi SOIna. “Dukungan yang akan kami berikan, terutama untuk memastikan data anak-anak disabilitas intelektual dapat tercatat dengan baik, agar kita bisa memberdayakan kelompok disabilitas intelektual, tidak hanya di SLB tetapi juga di Desa-desa," tutupnya.