Serap Aspirasi Masyarakat, Musrenbang RKPD 2026 Kuansing Berlangsung di 14 Kecamatan
Teluk Kuantan – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kuantan Singingi Tahun 2026 digelar secara serentak di 14 kecamatan se-Kabupaten Kuantan Singingi, Kamis (12/2/2026) pagi.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus merumuskan arah pembangunan daerah tahun mendatang, dengan menitikberatkan pada skala prioritas dan kebutuhan riil masyarakat.
Sebelumnya, Musrenbang di Kecamatan Kuantan Tengah telah lebih dahulu dilaksanakan oleh Bupati Kuantan Singingi Dr. H. Suhardiman Amby, MM bersama unsur Forkopimda sebagai bagian dari tahapan awal penjaringan usulan prioritas pembangunan tahun 2026.
Untuk memastikan proses Musrenbang berjalan optimal, partisipatif, dan terarah, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ditugaskan menyebar ke berbagai kecamatan.
Di Kecamatan Kuantan Hilir, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfoss) Kuansing, H. Doni Aprialdi, SH., MH bertindak sebagai koordinator. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini sangat terbatas sehingga tidak seluruh usulan dapat terakomodir dalam APBD.
“Keterbatasan fiskal daerah sangat mempengaruhi ruang gerak pembangunan. Oleh karena itu, Musrenbang ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi penentu arah pembangunan. Kita harus mengutamakan kebutuhan, bukan keinginan,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya prioritas pada infrastruktur pendidikan, kebutuhan dasar masyarakat, serta penguatan sektor unggulan kecamatan seperti UMKM dan pertanian tanaman pangan yang tepat sasaran. Masyarakat juga diimbau selektif dalam mengusulkan program, dengan memilih usulan yang benar-benar prioritas dan berdampak luas.
“Lebih baik sedikit program, tetapi berkualitas, jelas dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak. Bangun sinergi, kekompakan, serta dorong inovasi mulai dari tingkat desa,” tambahnya.
Sementara itu, di Kecamatan Sentajo Raya, Musrenbang dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum, Drs. Azhar. Sebanyak 96 usulan telah diinput ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), dengan 28 program prioritas yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, dan pertanian. Beberapa di antaranya merupakan program prioritas di bidang pendidikan yang dinilai mendesak untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Di Kecamatan Benai, Musrenbang dipimpin oleh Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Kopdagrin) Kuantan Singingi, Drs. Masnur, MM. Mewakili Bupati Kuantan Singingi, ia berharap OPD yang hadir dapat memasukkan program yang relevan dan bersinergi antar perangkat daerah sehingga perencanaan pembangunan berjalan seiring dan sejalan.
“Kita berharap setiap program yang diusulkan benar-benar terintegrasi dan mendukung arah pembangunan daerah ke depan,” ujarnya.
Di Kecamatan Inuman, Musrenbang dipimpin langsung oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kuansing, Hendra Roza, S.Si. Ia menegaskan bahwa Musrenbang RKPD merupakan ruang penting untuk menyelaraskan program prioritas daerah dengan aspirasi masyarakat di tingkat kecamatan.
“Musrenbang ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi forum strategis untuk memastikan setiap usulan benar-benar berbasis kebutuhan dan sejalan dengan visi pembangunan daerah tahun 2026,” tegasnya.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif sehingga perencanaan yang dihasilkan benar-benar berkualitas, terukur, serta berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Adapun di Kecamatan Gunung Toar, Musrenbang dipimpin oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Napisman. Terdapat 14 usulan prioritas dari Kecamatan Gunung Toar yang selanjutnya akan dibawa ke Musrenbang tingkat kabupaten untuk dibahas dan diselaraskan dengan program prioritas daerah.
Dengan pelaksanaan Musrenbang secara serentak di 14 kecamatan ini, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi menegaskan komitmennya dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang partisipatif, transparan, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan kemampuan keuangan daerah menuju Kuansing yang lebih maju dan sejahtera pada tahun 2026.